oleh

Bupati Musi Rawas Berikan Seragam Sekolah untuk KAT

LINGGAUPOS.CO.ID- Bupati Musi Rawas H Ratna Machmud menyerahkan pakaian seragam kepada anak-anak Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Harapan Makmur, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Selasa (21/9/2021).

Bupati berterimakasih kepada OPD yang telah inisiatif memberikan berbagai bantuan mulai dari seragam sekolah dari Dinas Pendidikan Musi Rawas, PT Tropik Energi Pandan, dan Harian Pagi Linggau Pos.

“Terima kasih kepada instansi yang telah berinisiatif menyerahkan bantuan kepada masyarakat KAT Desa Harapan Makmur. Insya Allah bantuan ini dapat bermanfaat sebaik-baiknya untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Tim Indonesia Mengajar karena telah mendorong serta meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Mura untuk mewujudkan Mura MANTAP.

“Indonesia mengajar hadir di sini sebagai solusi dalam menyelesaikan seluruh persolan pendidikan di Indonesia. Saya menyakini kehadiran putra putri terbaik Indonesia yang mengajar di sini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Musi Rawas. Saya memberikan dukungan Indonesia mengajar agar dapat berperan aktif dan bersinergi dengan Pemkab Mura,” kata Bupati.

Sementara itu, Kepala Disdik Musi Rawas H Irwan Efendi menjelaskan dengan kedatangannya bersama Bupati dan OPD lainnya dapat melihat secara langsung kondisi proses belajar mengajar di sekolah Desa Harapan Makmur.

Jumlah murid di sini ada 25 anak dari kelas 1-6 SD. Karena keterbatasan jumlah guru, tidak ada guru PNS hanya guru honor.

Jadi proses mengajar di kelas digabung dalam satu kelas yang dihadapi oleh satu orang guru. Dengan keterbatasan tersebut proses belajar mengajar jauh dari bentuk ideal sebagaimana di daerah lain.

“Kami akan memikirkan jalan keluarnya sehingga proses mengajar sekalipun tidak ideal setidaknya memiliki standar proses mengajar yang layak. Salah satu solusinya kita akan mengangkat guru honor khusus di sini yang gajinya lebih tinggi dari guru honor yang lain. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Indonesia mengajar yang telah mengabdi empat tahun di sini,” ungkapnya.

Kepala Desa Harapan Makmur, Junaidi mengungkapkan dengan bantuan yang diberikan kepada masyarakatnya berupa paket sembako, perlengkapan alat tulis, tas, dan seragam sekolah untuk 25 murid.

“Desa terpencil yang jauh dari kabupaten dan kecamatan, kami mengharapkan jalan, listrik, terutama sinyal HP tersedia di sini. Sebab dengan ketiga keinginan tersebut komunikasi dari kabupaten dan kecamatan tidak ada halangan lagi. Untuk dunia pendidikan kami mengharapkan gedung SMP. Selama ini kami masih menumpang di SD. Dengan harapan anak-anak di sini pendidikannya sama dengan anak-anak yang lain,” ungkapnya.

Sementara Ketua PGRI Musi Rawas Raslim menjelaskan PGRI juga memberikan bantuan berupa bingkisan kepada salah satu tenaga honorer.

“Bagaimana pun guru honorer termasuk bagian dari kami. Sebagai bentuk solidaritas mengabdi di daerah terpecil, kami memberikan bingkisan. Kami juga mengimbau kepada anggota PGRI dapat mengambil bagian untuk kemajuan pendidikan di Mura sekalipun di daerah terpencil. Walaupun ada tantangan dan hambatan, harus ikhlas, sabar, tabah dan yakin bahwa usaha dalam mencerdaskan anak bangsa,” ungkapnya.

Camat Muara Lakitan, H Hermansyah juga mengucapkan terima kasih kepada Pemda dan instansi terkait yang telah memperhatikan kondisi masyarakat dan pendidikan yang ada di KAT Desa Harapan Makmur.

“Mudah-mudahan bantuan yang diberikan bermanfaat bagi masyarakat yang ada di sini. Terkait usulan masyarakat masalah rehab bangunan kiranya dapat menjadi perhatian daerah setempat,” ungkapnya. (*)

Rekomendasi Berita