oleh

Fauzi Sedih, Kini Ia Sekeluarga Menumpang di Asrama Kodim

LINGGAUPOS.CO.ID – Musibah kebakaran yang terjadi di Lorong Serang dan Lorong Damai, RT01/RW01, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, Senin (2/8/2021) siang, meninggalkan luka mendalam bagi 14 kepala keluarga yang menjadi korban.

Bagaimana tidak, rumah semi permanen yang selama puluhan tahun menjadi tempat mereka berteduh, kini sudah menjadi arang akibat dilalap si jago merah.

“Saya tinggal di sini sudah hampir 30 tahun. Artinya, rumah peninggalan orang tua saya berukuran 11 meter x 28 meter yang kami tempati ini sudah berusia sekitar 30 tahun,” kenang Ahmas Fauzi, salah seorang korban kebakaran saat dibincangi di lokasi kebakaran, Selasa (3/8/2021).

Fauzi mengaku, saat musibah kebakaran itu terjadi ia sedang mandi dan rencananya mau mengerjakan sholat Zuhur. Namun tiba-tiba ada asap membumbung tinggi dari atap rumah tetangganya bernama Adi.

“Kompor gas di rumah Adi meledak, lalu menyambar isi rumahnya. Selanjutnya api terus menjalar kebangunan lain termasuk rumah peninggalan orang tua saya,” ungkapnya.

Fauzi sendiri mengaku, cuma sempat menyelamatkan sepeda motornya dan ijazah anaknya. “Yang lain hangus terbakar semua. Pakaian saja saya tidak sempat selamatkan,” sesalnya.

Mengingat saat ini Fauzi bersama istri dan kedua anaknya tidak memiliki tempat tinggal lagi, maka juru parkir di Pasar Baru Baturaja tersebut akhirnya terpaksa menumpang di Asrama Kodim.

“Alhamdulilah, kami masih diizinkan menginap di sana untuk sementara waktu ini. Pak Dandim OKU ini orangnya benar-benar baik. Kami merasa sangat terbantu,” katanya.

Fauzi berharap selain Pelaksana Harian (Plh) Bupati OKU, H Edward Candra dan Ketua DPD Partai Nasdem OKU, Yenni yang sudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu para korban kebakaran, ada lagi dermawan yang mau membantu mereka.

“Saat ini yang kami butuhkan adalah makanan dan minuman. Kalau pakaian alhamdulilah sudah banyak yang nyumbang. Kalau pak Edward sudah dua kali nemui kami dan telah memberikan sumbangan baik makanan maupun uang,” ungkapnya.

Sementara Muskiawan, Ketua RT01/RW01, Kelurahan Pasar Baru mengatakan, tercatat ada sebanyak delapan rumah dan 16 bedeng atau rumah kontrakan hangus dilalap si jago merah. “Kerugian ditaksir sekitar Rp 2 miliar,” ungkapnya.

Adapun delapan rumah yang terbakar itu yakni milik Karyadi serta kontrakan 8 pintu, rumah Johan serta kontrakan 5 pintu, tumah Fauzi serta kontrakan 3 pintu, rumah Jamari, rumah Sai’in Qadir, rumah H Masduri, rumah Jami’in, rumah Zainal Arifin serta kontrakan 2 pintu.

“Untuk warga yang rumahnya milik pribadi terbakar untuk sementara kita titipkan di Asrama Kodim. Sedangkan warga yang ngontrak kita tidak tahu sekarang mereka mengungsi kemana,” tegasnya.

Ditambahkan Musikiawan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.40 WIB dan api bersumber dari rumah Karyadi atau akrab disapa Adi. “Belum tahu penyebabnya apa. Katanya sih gara-gara kompor meledak,” ujar Musikiawan.

Saat ini, lanjut Musikiawan, warga korban kebakaran butuh bantuan sembako, sandang dan pangan. “Mohon kesediaan para dermawan untuk membantu,” harap Musikiawan.(palpos.id)

Rekomendasi Berita