oleh

Hendak Operasi Jantung, Ketua KTNA Musi Rawas Ditetapkan Tersangka

LINGGAUPOS.CO.ID – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau menetapkan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Musi Rawas, Catur Handoko sebagai tersangka dugaan korupsi anggaran hibah KTNA Musi Rawas senilai Rp1, 075 Miliar.

Hal ini dijelaskan Kajari Lubuklinggau Willy Ade Chaidir didampingi Kasi Intel Aantomo dan Kasi Pidsus Yuriza Antoni usai peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 tahun, Kamis (22/7/2021).

“Hari ini kami undang tersangka Kasus KTNA Musi Rawas, dengan tersangka Ketuanya, inisial CH. Namun informasi dari penasehat hukum, yang bersangkutan akan cek kesehatan,” kata Kajari.

Karena itu pihaknya menunggu surat keterangan dokter dari penasehat hukum, dan surat itu kemudian akan ditelaah.

“Sudah ditetapkan tersangka pada 13 Juli lalu. Rencananya hari ini akan kami tahan, namun katanya cek kesehatan. Kami sebenarnya juga sudah menyiapkan dokter,” ujarnya sambil menjelaskan, sebelum ditetapkan tersangka sudah dua kali diperiksa sebagai saksi.

Dalam kasus ini ditambahkan Kajari berdasarkan perhitungan BPKP kerugian negara yang timbul Rp477 juta. “Untuk tersangka sementara masih satu orang,” ia menambahkan.

Terpisah Kasi Intel Aantomo dan Kasi Pidsus Yuriza Antoni menjelaskan bahwa informasi dari kuasa hukumnya, bahwa Catur Handoko akan operasi jantung. “Katanya hendak operasi jantung, tapi akan kami cek kebenarannya,” tegas Yuriza Antoni.

Kembali ditegaskan bahwa sebenarnya penyidik sudah menyiapkan dokter. “Kami hormati, namun untuk dissenting opinion, kami juga menyiapkan dokter sendiri,” ia mengatakan.

Setelah ini ditegaskan Kasi Pidsus pihaknya akan kembali memanggil tersangka Catur Handoko. Jika sampai tiga kali tidak memenuhi panggilan, maka akan dijemput paksa.

Mengenai tersangka lainnya, menurut Kasi Pidsus masih dikembangkan dari hasil pemeriksaan.

Diketahui kasus dugaan korupsi ini mencuat dan dilakukan pemeriksaan karena menyangkut anggaran hibah KTNA Musi Rawas senilai Rp1, 075 Miliar, yang diperuntukan untuk kegiatan Pekan Nasional (PENAS) 2020 di Sumatera Barat (Sumbar).

Namun kegiatan tersebut batal digelar lantaran adanya Pandemi Covid-19, sementara uang hibah tesebut belum dikembalikan ke kas negara hingga saat ini.

Kemudian dalam kasus ini jaksa menyita 100 buah tas, 100 pakaian olahraga dan 100 topi dari Ketua KTNA dan uang Rp110 juta dari saksi. (*)

Rekomendasi Berita