oleh

Pelaku Pemerkosaan Diduga Lari ke Dalam Kebun

LINGGAUPOS.CO.ID – Kondisi pemukiman Kelurahan Taba Baru Kecamatan Lubuklinggau Utara I yang berdekatan dengan kebun, mempermudah pelaku pemerkosaan melarikan diri.

Pantauan di seputaran rumah korban, bagian belakang adalah kebun. Kemudian jalan di depan rumah mengarah ke sungai, yang di sebelahnya juga kebun.

Selain itu, saat pagi hari kondisi pemukiman cukup sepi. Karena masing-masing warga sibuk bekerja, baik ke kebun atau pekerjaan lainnya.

Baca Juga: Mahasiswi di Lubuklinggau Dirampok Kemudian Diperkosa

“Memang sepi kalau pagi. Sebab semuanya bekerja. Tempat kami juga sering terjadi pencurian, baru baru ini rumah pak RT dibobol maling,” jelas salah seorang warga Taba Baru.

Sementara warga lainnya, menjelaskan ada dugaan pelaku setelah merampok dan memperkosa korban, langsung lari ke dalam kebun. “Karena air minum milik warga yang di kebun berkurang. Diduga diminum pelaku,” jelasnya.

Sementara itu Wakapolres Kompol MP Nasution saat di lokasi kejadian, memerintahkan anggota mengamankan beberapa barang bukti yang ada di TKP. Salah satunya seprei tempat tidur korban diperkosa.

Wakapolres juga langsung memberikan instruksi kepada Tim Macan Polres Lubuklinggau dan Reskrim Polsek Lubuklinggau Utara untuk mengejar pelaku.

Seperti diketahui sebelumnya, perampokan disertai pemerkosaan terjadi di Kelurahan Taba Baru Kecamatan Lubuklinggau Utara I Kota Lubuklinggau, Sabtu (14/5/2022) pagi.

Korbannya seorang mahasiswi, inisial LA (21). Saat kejadian ia sendiri di rumah. Ayahnya sedang bekerja bangunan, ibunya menyadap karet di kebun dan adiknya sekolah.

Peristiwa perampokan disertai pemerkosaan ini diketahui pertama kali oleh tetangga, Wiwik (38). Itu pun setelah korban berteriak minta tolong.

“Sekitar pukul 08.30 WIB, kami mendengar suara minta tolong. Kami datang, korban ketakutan di dalam kamar,” jelasnya.

Saat ia dan tetangga lainnya datang, korban LA sudah berpakaian lengkap. Namun masih trauma, dan sebelumnya sempat takut berteriak karena menduga pelaku masih ada di rumah.

“Menurut korban tangan diikat dan mulut ditutup lakban. Tapi saat kami datang, dia berhasil melepaskan diri,” ia menjelaskan.

Wiwik kemudian memberitahu tetangga lainnya. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Kasus ini juga dilaporkan ke Polsek Lubuklinggau Utara dan Polres Lubuklinggau.

Wakapolres Lubuklinggau Kompol MP Nasution dan Kapolsek Lubuklinggau Utara AKP Baruanto bersama anggota langsung ke lokasi.

Dari pemeriksaan sementara pihak kepolisian, diketahui pelaku satu orang masuk ke dalam rumah dengan menjebol ventilasi belakang rumah.

Setelah itu pelaku masuk ke dalam rumah. Kemudian menyekap dan memperkosa korban. Selain itu pelaku juga mengambil ponsel, laptop dan uang Rp4 juta. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita