oleh

Pelaku Penodongan Diselamatkan Polisi, Setelah 4 Jam Dikepung Massa

LINGGAUPOS.CO.ID – Dua orang tersangka penodongan empat jam dikepung warga yang beringas, di Kelurahan Muara Kulam Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), saat Idul Adha, Selasa (20/7/2021).

Tersangka dikepung warga mulai pukul 16.30 WIB, dan baru berhasil dievakuasi oleh petugas Polres Muratara sekitar pukul 20.30 WIB.

Keduanya adalah Dani Sandra (23) dan RW (17), keduanya warga Desa Pulau Kidak Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Muratara. Keduanya kini diamankan di Sat Reskrim Polres Muratara.

Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto melalui Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmat Hidayat menjelaskan, kedua tersangka diduga melakukan penodongan di Jembatan Haji Sukur Kelurahan Muara Kulam Kecamatan Ulu Rawas.

Korbannya, Fawzi Yudro (21) dan Sukron Habibullah (22), keduanya warga Kelurahan Muara Kulam Kecamatan Ulu Rawas.

Kronologisnya, bermula Fawzi Yudro dan Sukron Habibullah serta saksi Yola Fitri Andesta (16) dan Riza Nadia (17), mengendarai sepeda motor berhenti di Jembatan Haji Sukur Kelurahan Muara Kulam. Mereka berencana mencicipi ek krim yang dibeli Riza Nadia.

Tiba-tiba datang sepeda motor dikemudikan tersangka Dani Sandra dan RW. Mereka menodongkan pistol ke Yola Fitri Andesta, sambil meminta tas dan ponsel.

Melihat aksi keduanya, Fawzi Yudro langsung bertanya kepada Yola, “Yola itu tu temen kamu apa bukan?” Dijawab Yola, “Entah paman, saya tidak tau sama sekali”.

Lalu salah pelaku hendak menusuk Fawzi, tetapi berhasil ditangkis, bahkan pelaku dijatuhkan ke sungai. Lalu Fawzi mengejar pelaku yang menggunakan senjata api.

Pelaku yang dijatuhkan ke sungai berhasil naik, dan kembali menusuk Fawzi tetapi ditangkisnya, lalu didorong ke arah semak-semak.

Takut melihat perkelahian ini, Yola Fitri Andesta dan Riza Nadia langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah jalan setapak Batu Tulis, Kelurahan Muara Kulam.

Keduanya juga membawa sepeda motor dikemudikan korban Fawzi dan Sukron. Bahkan membuang kunci motor kedua tersangka ke semak-semak.

Sementara itu, perkelahian terjadi antara Sukron dengan pelaku yang membawa sajam. Namun terhenti, karena pelaku yang membawa senjata api berteriak “Diam tidak kalau tidak saya tembak.”

Nekat, Fauzi pun menolong langsung mendekat serta menepis tersangka yang menggunakan senjata api, lalu mendorong ke bawah jembatan.

Namun, tersangka berhasil langsung, kemudian mendekati Sukron memukul kepala, hingga Sukron sadarkan diri. Sementara Fauzi ditusuk dari arah belakang oleh pelaku, hingga terpaksa menyerahkan ponselnya.

Usai melakukan aksinya, kedua kabur dengan mendorong sepeda motor, serta bersembunyi di rumah warga. Namun warga sudah berdatangan, kemudian langsung mengepung kedua tersangka, setelah diberitahu Fawzi. “Itu pelaku yang menusuk saya dan dan memukul kepala kakak saya,” kata Fauzi.

“Kami dapat informasi dari Kasat Intel pukul 17.30 WIB. Kanit Pidum dan anggota Satreskrim Polres Muratara langsung menjemput pelaku di desa Muara Kulam,” jelas Kasat Reskrim.

Namun, saat pelaku akan diamankan Kanit Pidum keluar desa, masyarakat Desa Muara Kulam sekira 200 massa tidak senang karena di Desa tersebut sudah banyak terjadinya penodongan dan ingin memukuli pelaku.

Akhirnya, seteah berbicara kepada perwakilan massa tersebut dan langsung pelaku diamankan di mobil, sekitar pukul 20.30 WIB tersangka berhasil dibawa ke Polsek Rawas Ulu, kemudian dengan pengawalan dari Sabhara dibawa ke Mako Polres Muratara.(*)

Rekomendasi Berita