oleh

Produktivitas Kopi Menurun

LINGGAUPOS.CO.ID – Program kopi sambung dinilai harus dilakukan secara masif di tengah-tengah petani. Jika menginginkan terjadinya peningkatan produktivitas tanaman kopi yang sejauh ini disebut-sebut sebagai salah satu komoditas unggulan di Provinsi Bengkulu. Ini disampaikan anggota Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Andika Putra, Selasa (18/1/2022).

“Sebagaimana kita ketahui bersama, di Provinsi Bengkulu ini terdapat dua kabupaten yang menjadi sentra komoditi kopi yakni Kepahiang dan Rejang Lebong. Hanya saja faktanya produktivitas kopi di dua kabupaten itu masih belum memadai. Bahkan di Rejang Lebong, tahun lalu produksi perkebunan kopi petani menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman kopi para petani ini adalah dengan kopi sambung. Sejauh ini Pemda sudah mencanangkan program kopi sambung itu.
“Namun hendaknya dalam implementasi program tersebut, dapat dilakukan secara masif. Sehingga nantinya peningkatan produktifitas tanaman kopi petani bisa meningkat,” kata Politisi PKB ini.

Saat ini, lanjut Andika, program kopi sambung belum merata menyentuh para petani. Karena areal perkebunan petani masih didominasi penggunaan bibit secara turun-temurun.

“Kalaupun ada petani yang sudah memiliki kopi sambung, itupun hanya pada spot-spot tertentu saja. Makanya dibutuhkan realisasi program kopi sambung secara masif itu tadi,” tegas Andika.
Sebelumnya, Kadis TPHP Provinsi Bengkulu, Ir. Ricky Gunarwan menyampaikan, produktivitas komoditi kopi di Provinsi Bengkulu ini masih cukup rendah. Karena setiap kali panen per hektarnya hanya mampu menghasilkan sekitar 800 Kilogram (Kg), yang berarti satu batang tanaman kopi produksinya belum sampai sekilo. Makanya terus diupayakan pengembangan tanaman kopi.

“Mulai dari penggunaan bibit yang baik, hingga menerapkan kopi sambung khusus tanaman kopi yang sudah tua. Langkah ini untuk mengejar agar satu batang tanaman bisa menghasilkan sekilo kopi. Dalam satu hektar lahan itu terdapat 2.500 batang kopi. Sehingga nantinya per hektar lahan bisa menghasilkan 2,5 ton kopi,” demikian Ricky. (radarbengkuluonline.com)

Komentar

Rekomendasi Berita