oleh

Prosedur Umrah Berliku, Jemaah Harus Bersabar

LINGGAUPOS.CO.ID – Pemerintah Arab Saudi telah memberikan lampu hijau bagi Indonesia untuk memberangkatkan jemaah umrah.

Namun, jemaah harus bersabar karena prosedurnya panjang dan berliku.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief mengatakan untuk gelombang awal ibadah umrah di masa pandemi, akan memberangkatkan para Petugas Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dengan syarat sudah divaksin dosis lengkap, dengan vaksin yang diterima otoritas kesehatan Arab Saudi.

“PPIU yang berencana memberangkatkan, agar segera menyerahkan data jemaahnya kepada Ditjen PHU,” terang Hilman di Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Dijelaskannya untuk pemberangkatan umrah, jemaah melakukan screening kesehatan 1×24 jam sebelum berangkat.

Pelaksanaan screening kesehatan meliputi pemeriksaan kesehatan, vaksinasi covid-19, meningitis, dan swab PCR.

Pengawasan pelaksanaan screening kesehatan dilaksanakan Kementerian Kesehatan.

“Asrama haji menyediakan akomodasi, konsumsi, dan transportasi untuk memfasilitasi keberangkatan jemaah,” terangnya.

Untuk boarding, pemeriksaan imigrasi, dan pemeriksaan ICV dilaksanakan di Asrama Haji.

Sedangkan untuk pemulangan (jemaah), Hilman memaparkan jemaah harus melakukan pemeriksaan PCR di Arab Saudi maksimal 3×24 jam, sebelum keberangkatan kepulangan.

Saat kedatangan di Indonesia, jemaah dilakukan PCR (entry test).

“Pelaksanaan karantina dilaksanakan di asrama haji selama 5×24 jam,” ucapnya.

Selama karantina, tambah Hilman, asrama haji menyediakan akomodasi, konsumsi, dan transportasi bagi jemaah umrah saat kepulangan.

Saat hari ke-4 jemaah dilakukan PCR (exit test), dan bila hasilnya negatif, jemaah bisa pulang kembali ke rumah masing-masing.(jpnn.com)

Rekomendasi Berita