Sumsel Dipasok 14.000 Ton, Minyak Goreng Curah Masih Susah Didapatkan

LINGGAUPOS.CO.ID –  Ketersediaan minyak goreng curah di sejumlah pasar tradisional di Palembang dan Sumatera Selatan (Sumsel) masih terlihat kosong sejak sebelum Idul Fitri 2022 hingga saat ini.

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan bahwa Tim Satuan Tugas (Tim Satgas) khusus untuk memonitor ketersediaan minyak goreng di wilayah Sumsel sedang menjalankan tugas memantau persoalan migor curah bersama Dinas Perdagangan Sumsel.

“Saya justru hari ini menunggu laporan Dinas Perdagangan yang sedang menjalankan Satgas,” kata Deru saat diwawancarai di Gedung DPRD Sumsel, Kamis (12/5/2022).

Dia menuturkan bahwa Tim Satgas tersebut akan menanggulangi persoalan-persoalan terkait minyak goreng.

“Kita akan dengar dulu, mencari persoalan masalah, ada permainan kah yang menjurus ke kartel, atau distribusi yang terhambat karena masih banyak libur Lebaran, atau bahkan karena penurunan produksi sawit,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Ahmad Rizali mengungkapkan, Kementerian Perdagangan RI menambah penugasan kebutuhan minyak goreng (Migor) curah di Sumsel sebanyak dua kali lipat. Dari sebelumnya 7.300 ton per bulan, kini ditambah menjadi 14.000 ton.

“Saat ini sudah tercapai secapai secara normal,” kata Rizali, Kamis (12/5/2022).

Dia menjelaskan, saat ini penugasan migor curah di Sumsel sebanyak 7.300 ton per bulan. Sedangkan selama  April telah terealisasi 55 persen.

Untuk mengoptimalkan distribusi migor curah ke masyarakat, hari ini jajaran Polda Sumsel telah mengumpulkan pihak polres bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan perindustrian kabupaten dan kota untuk mendistribusikan migor curah ke tingkat III atau pengecer yang masih terpantau kurang dalam pendistribusiannya.

“Agar optimalisasi distribusi kuota penugasan minyak goreng curah lebih optimal,” bebernya.

Pada Mei ini, lanjutnya, diharapkan pengoptimalan penugasan migor curah tersebut dapat mencapai 80 persen.

Karena jika pegoptimalan tersebut telah mencapai 80 persen, maka hal itu sudah dapat untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di Sumsel.

“Ya harapan kita cepat terealisasi pada Mei ini,” tukasnya.

Lebih lanjut dia menerangkan, pada Mei ini juga Kementerian Perdagangan RI menambah kuota penugasan migor curah dua kali lipat di untuk Provinsi Sumsel.

Sebelumnya, penugasan migor curah hanya 7.300 ton perbulannya. Namun di bulan ini ditambah menjadi 14.000 ton.

“Bulan ini ditambah dua kali lipat,” pungkasnya.

Sementara itu, Dewi, salah satu ibu rumah tangga menyatakan bahwa dirinya masih kesulitan mencari migor curah. Toko sembako atau minimarket tidak ada yang menjualnya. Kalau pun ada, informasinya ada di pasar tradisional besar.

“Sebelum langka, migor curah bisa dibeli di warung manisan. Sekarang jangan harap ada,” pungkasnya. (edy/sumeks)

Komentar

Rekomendasi Berita