Wartawan Dilarang Meliput Acara ini

LINGGAUPOS.CO.ID – Puncak Acara Pemilihan Bujang Gadis Empat Lawang (BG4L) yang di selenggarakan Dinas Pariwisata Empat Lawang, di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, Rabu malam (21/7/2021) dilakukan secara tertutup.

Masyarakat maupun awak media tidak diperkenankan masuk ke gedung, dengan alasan prokes Covid-19. Sementara kegiatan terkesan memaksakan, di saat penyebaran Covid 19 yang semakin meningkat di Empat Lawang.

Tampak beberapa penjagaan baik dari kepolisian maupun Pol-PP yang berjaga di lokasi gedung, menahan masyarakat agar tidak masuk ke gedung sekedar untuk menonton, ajang tahunan pencarian bakat Bujang Gadis Empat Lawang (BG4L).

“Dari mana pak, tidak boleh masuk, sesuai dengan daftar nama di perbolehkan masuk, kami menjalani apa yang di perintahkan oleh pihak penyelenggara atau dinas pariwisata,” kaya Edi, Pol- PP yang berjaga di gerbang pintu masuk GSG, kepada awak media yang ingin meliput.

Ia mengatakan hanya menjalankan tugas, dan kalau mau meliput kegiatan dapat mengkonfirmasi langsung ke pihak Dinas Pariwisata.

“Silakan bapak hubungi atau konfirmasi Ladis Pariwisata dulu, karena yang diperbolehkan masuk cuma 50 orang termasuk peserta finalis,” jelasnya

Sementara itu, Pihak penyelenggara dari Dinas Pariwisata Empat Lawang, mengatakan bahwa pelaksanaan sengaja dilakukan secara terbatas dan tertutup mengingat arahan dari Bupati dan Kapolres,

“Maaf Dik, tidak diperbolehkan masuk, karena memang dibatasi hanya 50 orang yang boleh masuk. sekali lagi minta maaf, kalau untuk duit rokok kami ada, sekedar untuk uang jajan,” ungkap ungkap pegawai Dinas Pariwisata.

Terpisah dari Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Empat Lawang, Agus Subhan Bakin mengungkapkan, bahwa tindakan menghalangi kegiatan jurnalistik jelas diatur di dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 pada Pasal 18 Ayat (1).

“Saya menyayangkan atas sikap pegawai Dinas Pariwisata tersebut, ini telah melanggar UU Pers No 40 Tahun 1999 pada Pasal 18 Ayat (1),” kata Agus

Lanjutnya, tindakan pegawai tersebut telah menghina profesi wartawan, yang seolah hanya sekedar mencari uang jajan.

“Saya kecewa dengan tindakan pegawai tersebut yang sangat merendahkan profesi wartawan, padahal wartawan sudah bekali kode etik jurnalistik sebelum kelapangan, yang mana kode etik jurnalistik tersebut sudah diatur dalam kode etik jurnalistik, pada pasal 4 berbunyi, setiap wartawan tidak menerima imbalan untuk menyiarkan atau tidak menyiarkan tulisan, gambar, suara atau suara dan gambar, yang dapat menguntungkan atau merugikan seseorang atau suatu pihak,”. cetusnya.(*)

Rekomendasi Berita